Saya pemilik nama Deni saputra yang lahir diatas kasur dan di deket kaki nyokap gue pada tanggal 12 mei 1996. Dan saya terlahir sebagai orang yang terpaksa bertemu dengan alien-alien di sepuluh dua. Kelas gue sewaktu gue sma.
Gue punya bokap. Iya lah gue punya bokap, masa gue terlahir tanpa bokap. Atau gue terlahir tanpa nyokap. Lahir dari mana gue? Dari kandungan rahim Tofik temen gue yang bohay itu?.
Gue punya bokap bernama Dede Suherman, kakak gue yang cewek yang super bawel yang segalanya miris itu bernama Dewi Suherti. Keluarga gue memang berinisial ‘S’ di panjangnya. Namun tidak dengan nyokap gue. Nyokap gue bernama Mimin Aminah. Masa iya kalau nyokap gue punya ini sial ‘S’ juga di nama panjang nya. Yang ada nanti nama nya begini. Mimin Saminah. Maksa banget nama nya kaya pembantu di komplek yang suka pacaran sama satpam.
Gue tempramen banget dengan namanya klakson dijalan raya. Gimana engga. Gue lagi naek motor enak-enak sambil tengok kiri-kanan kulihat saja, banyak pohon cemara. Tiba-tiba ada suara keras dari kuping gue. “toooooot... tintin. Ngoook. Keeeek” itu suara klakson apa babi tawuran. Tapi emang suwer, kalau gue benci banget sama yang namanya suara klakson. Berisik gajelas, bikin pendarahan ditelinga gue.
Kalau kalian mau tau gue. Dan pengen liat gue? Gampang kok. Gue suka muter-muter ga jelas di Bogor pake motor mio item tahun 2010. Motor nya yang paling kotor inget, karena gue paling males cuci motor. Pernah si babeh, security disekolah gue bilang
“waaah. Motornya mengkilat kaya piring sunlight!”
“hehehe, biasa beeeh. Abis off road dikandang kambing” gua jawab sambil turun dari motor.
Gue emang suka jalan-jalan gajelas diBogor. Kecuali ke daerah yang kagak gue suka. Yaitu daerah Cibinong. Bukan gue ga suka maen ke daerah kabupaten, bukan gue takut sama polisi, apa lagi takut sama bansin abis. Tapi sumpah gue takut karena. Banyak suporter Persikabo (club sepak bola diBogor) yang suka naik truck besar dan tinggi.
Gue kalap sama suporter bola yang lewat. Setiap mereka lewat sambil nyanyi-nyanyi gajelas diatas truck yang tinggi itu, sambil bawa-bawa bendera yang bertuliskan ‘I LOVE PERSIKABO’. Mereka gajelas banget nyanyi dengan lirik kaya begini “misi permisi, kami mau lewat, kalau ga dikasih lewat urusan jadi gawat”. Nah, maksudnya urusan jadi gawat itu apa? Apa mau diigebukain kalau ada orang yang ngehalangin jalan? Brutal banget kan. dan coba kalau gue lagi naek motor disebelah mereka. Bisa-bisa gue langsung digebukin, dan badan gue bisa dijadiin penyangga bendera.
Mangkanya. Jangan sekali-kali membawa gue ke daerah yang suka ada suporter bola lewat. Kalap abis dengan muka parno yang suka ngeluarin iler dimulut. Hati-hati iler gue beracun, seperti racun katak.
Dan kalau kalian mau tau tampang gue kayak gimana? Liat aja yah di pesbuk kalau engga di tuiter. Nah photo gue dengan berbagai macam fose ada noh disana. Model allay ada, sampe gaul zaman sekrang ada. Oh iya nama pesbuk gue ‘Deni Saputra’ nah tiuter gue @deniLonge, kalau heello gue juga sama @deniLonge. Monggo mbak, mas silahkan buka saja. Maap promosi.
Gue berkelamin laki-laki, walaupun terpaksa mencintai temen gue si Tofik. Tapi gue bukan gay kok. Gue normal, dan gue suka sama wanita ketimbang boyband.
Ngomong-ngomong tentang gay. Gue punya suatu kisah yang sangat romantis, mengahrukan, dan membuat mata kalian berkaca-kaca karena jijik. Cerita tentang gue sama seorang cowok yang suka satu sama jenis, yang berarti GAY.
Suatu hari. Gue mambuka lembar facebook gue. Biasa calon artis yang suka naro pulpen di bagasi motornya. Lumayan lah kalau ada yang mau minta tanda tangan jadi gampang. Jadi gue buka facebook gue tuh. Dan karena banyak banget yang add gue. Gue kesel, confirm aja deh sama gue semuanya. Biar ga keliatan sombong juga sih.
Harusnya gue itu sortir satu persatu dari akun yang add ke akun facebook gue. Dan akibatnya, ada cowok yang bernick-name pada saat itu, dengan nick name “Baim Izzy” kenapa harus dengan nick name Baim Izzy. Mungkin dia mengdolakan artis cilik yang bernama Baim, dan dia juga sempet membeli cermin sehingga dia bisa liat kalau mukanya itu Zizzy. Terbentuk lah Baim Izzy.
Suatu ketika si Zizzy itu komen-komen gajelas di status gue tentang persahabatan. Emang sih gue berjiwa sahabat yang tinggi. Komennya ganyambung abis.“Deni, kamu tau gak komunitas Silver Queen dimana?”. Dia gajelas komen ke status gue, pake bilang kamu lagi ke gue. Emang dasar Baim Zizzy. Dan ganyambung abis kan. Status gue tentang persahabatan. Tapi dia malah komen tentang komunitas Silver Queen. Setau gue Silver Queen itu coklat yang biasa dibeli anak-anak gaul pas lagi hari valentine dan bukan komunitas. Kemudian gue komen balik. “hah? Gatau tuh, emang silver queen komunitas? Bukannya silver queen coklat yang manis itu ya?” gue bales komen dia. Tapi taklama, dia bales komen gue yang tadi. “iya silver queen coklat manis. Iih tau aja deh yang manis-manis” sumpah kemayu dan gay abis. Gue makin zizzy sama dia.
Gue stres atas kejadian yang menZizzykan itu. Dan gue cerita hal itu ke temen gue, Jihan. Gue ceritain semuanya kedia, tentang asal usulnya si Baim Zizzy bisa masuk ke akun facebook gue, sampe komen-komen nya yang bikin gue pendarahan otak.
Kembali lagi ke facebook gue yang udah dihuni oleh seorang akun lelaki gay. Mungkin juga bukan laki-laki, abis kemayu abis.
Gue buka facebook. Dan tetep, gue bikin status tentang pisang saat itu. Dan setelah gue bikin status tentang pisang. Lima menit kemudian. Notivication gue nyala, dan ada bacaan “Baim Izzy coment your status”. Gue udah merem melek didepan netbook gue. Ternyata benar. Komen dia makin ngaco, dia bilang. “mau doong pisangnya. Panjang ga?” gue langsung blokir tuh akun facebook nya. Blokir mentah mentah.
Stres gue makin menjadi-jadi, dan pendarahan otak gue makin parah. Setelah gue blokir facebook dia. Gue buka profile facebook gue. Dan ternyata di Pojok Kanan Bawah (PKB) tertulis bacaan. ‘Baim Izzy Poke You’. Oh maygaaaaaat. Gue langsung jilat-jilat netbook gue sampe basah karena gue stres abis.

0 komentar:
Posting Komentar